000<( Selamat Datang di Syahvee's Blog, Blog ini hanya berisi sedikit informasi sederhana, semoga bermanfaat. )>000

Selasa, 07 September 2010

Pandangan Islam Tentang "CEMBURU"

Rasulullah S.A.W bersabda : ”INNII LAGHAAYUURUN WAMAA MINIMRI-IN
LAA YAGHAARUILLAA MANKUUSUL QALBI”
Sesungguhnya aku ini pecemburu. setiap orang yang tidak mempunyai rasa
pecemburu, maka tidak lain kecuali orang itu berhati terbalik” (Al hadits)
Rasulullah S.A.W bersabda:”Sesungguhnya Allah S.W.T itu pecemburu, dan
orang mukmin itu hendaknya pecemburu. Kecemburuan Allah adalah jika ada
orang mukmin yang melakukan prbuatan yang diharamkan oleh Allah.
(Diriwayatkan oleh Ahmad, bukhari, muslim dan turmudzi dari abu hurairah)
Imam Ali Ra mengatakan, ”Apakah kalian tidak malu. Apa kalian tidak
cemburu membiarkan perempuan-perempuan(istri-istri)mu keluar ketengah
tengah kaum lelaki. Ia melihatnya dan mereka memperhatikan dirinya”.
Sebaliknya cemburu yang berlebihan juga tidak baik. Imam Ali Ra
mengatakan hal itu, ”Janganlah kamu berlebihan mencemburu. Sebab
dengan kecemburuan yang berlebihan itu sama artinya menuduh istrimu
berbuat buruk”.
Rasulullah S.A.W bersabda : ”Sesungguhnya di antara kecemburuan ada
yang di cintai Allah dan ada pula kecemburuan yang di benci Allah. Di antara
sikap berbangga diri ada yang di sukai Allah dan ada pula sikap berbangga
diri yang di murkai Allah. Adapun kecemburuan yang di sukai Allah adalah
kecemburuan (Dalam hal keragu-raguan). Kecemburuan yang di benci Allah
adalah kecemburuan di luar hal itu. Adapun sikap berbangga diri yang di
sukai Allah adalah keberbanggaan seseorang ketika maju kemedan
pertempuran di saat terjadinya bencana. Sikap keberbanggaan yang dibenci
Allah adalah dalam hal kebatilan”.
Di Era globalisasi dewasa ini, kalau ada perempuan keluar rumah maka
hampir di pastikan menjadi sasaran godaan kaum lelaki. Mungkin dengan
cara mengedipkan matanya atau disentuh. Ada pula yang sekedar di pegang
dan ada pula yang disindir dengan kata kata yang jorok yang tidak
mengenakan telinganya.
Yang terakhir itu tentu saja khusus bagi orang baik-baik dan orang sholehah
serta selalu menjaga kehormatannya. Ibnu Hajar mengatakan, jika seorang
perempuan (istri)bermaksud hendak keluar untuk menjenguk orang tua,
misalnya, sebenarnya tidak dilarang. Tetapi terlebih dulu harus memperoleh
izin dari suaminya. yang perlu diperhatikan pula, hendaknyaketika keluar
jangan memamerkan perhiasan dan dandanannya. Sebaiknya bahkan dirinya
dianjurkan agar berdandan sebagaimana seorang pelayan yang kotor
tubuhnya.
Pakaian yang dikenakannya tidak perlu bagus, melainkan pakaian yang
sederhana. Pandangan hendaknya dijaga, di tundukkan sepanjang jalan.
Tidak perlu tengok kanan dan kiri. Kalau tidak begitu justru akan membuka
kesempatan untuk melakukan kemaksiatan kepada Allah, Rasul-NYA dan
kemaksiatan kepada suaminya.

Sumber : Kitab " Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini "

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar